BORNEONEWS, Sampit - Ada enam poin komitmen bersama antara Polres dan PWI Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam rangka mewujudkan pemilu 2019 yang aman, damai, dan lancar.
"Dari Polri ada tiga komitmen dan dari PWI Kotim ada tiga komitmen. Jumlahnya ada enam. Komitmen ini sengaja di buat 6, sesuai dengan Asma'ul Husna yang keenam yakni Al Mu'min yang berarti Maha Memberikan Keamanan. Mudah-mudahan kita bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat Kotim," ucap Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Sabtu (29/9/2018).
Adapun komitmen itu yakni dari Polres Kotim pertama, menjaga netralitas personil Polri dalam Pemilu 2019.
Kedua, menolak serta menindak tegas segala bentuk hoax, ujaran kebencian, dan black campaign. Ketiga, mewujudkan situasi kamtibmas Kotim yang kondusif dengan melibatkan semua pihak.
Keempat hingga ke enam merupakan komitmen insan pers. Adapun isinya yakni, ke empat, menjunjung tinggi indepedensi dalam pemberitaan. Kelima, menolak informasi hoax, serta bersifat provokatif yang dapat memecah belah kesatuan dan persatuan NKRI.
Terakhir, menciptakan kondusifitas kamtibmas melalui produk pemberitaan.
"Saya yakin tidak ada wartawan yang ingin membuat rusuh daerahnya sendiri. Jika terjadi rusuh akibat pemberitaan bukan hanya wartawan itu sendiri tapi semua yang akan terkena dampaknya. Entah itu keluarganya, maupun teman-temannya. Saya yakin rekan-rekan di PWI Kotim tidak menginginkan hal itu," tutur Ketua PWI Kotim Andri Rizki Agustian. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-6)








