BORNEONEWS, Sampit - Ponsel wartawati asal Sampit yang berada di lokasi gempa Palu Sulawesi Tengah, Desi Wulandari sempat hidup. Namun tak bisa dihubungi.
Informasi terhimpun, ponsel wartawati itu sempat aktif sekitar pukul 19.00 WIB, pada Sabtu (29/9/2018) malam. Tetapi tak kunjung bisa dihubungi.
"Tadi sempat saya hubungi, dan nadanya sibuk. Beberapa saat setelah itu tidak aktif lagi," kata Yono, rekan Desi di Sampit.
Belum ada kabar terkait keberadaan perempuan asal Desa Sungai Paring, Kecamatam Cempaga, Kabupaten Kotim yang bertugas di Radar Sampit tersebut.
General Managet Radar Sampit, Siti Fauziah berharap kabar Desi baik-baik saja. Dia yakin, kehilangan kontak hanya karena jaringan telekomunikasi buruk dan belum stabil.
--page
"Kami berharap semoga ada kabar dan Desi baik-baik saja di sana," kata Fauziah, Sabtu malam.
Menurut Fauziah, Desi di Palu sedang berlibur cuti, dia ke sana ke tempat rekannya sekaligus berlibur. Saat gempa 7,7 ST disusul tsunami melanda Palu Jumat (29/9/2018) Desi tidak bisa lagi dikontak.
Dia sempat mengirimkan pesan singkat ke rekannya Maya di Sampit, meminta dibelikan tiket pesawat sembari mengabarkan terjadi gempa di sana.
Fauziah menambahkan, mereka bersama pihak keluarga terus berupaya mencari informasi tentang Desi. Mereka berharap Desi bisa kembali dengan selamat dan dalam kondisi sehat.
Hingga malam ini, belum ada kabar terbaru terkait keberadaan Desi yang jelas. Tetapi semua keluarga dan rekannya berharap, yang bersangkutan selamat dari musibah itu. (NACO/B-11)








