BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sebanyak 21 rumah dan 1 buah musala di Jalan Kapuas Seberang Kelurahan Mambulau Kecamatan Kapuas Hilir Kabupaten Kapuas ludes akibat peristiwa kebakaran pada Minggu (30/9/2018) dinihari tadi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa kebakaran tersebut, di mana rumah yang berada di bantaran Sungai Kapuas itu didominasi konstruksi bangunanya terbuat dari kayu, sehingga api cepat merambat.
Terlebih lagi, kondisi rumah yang jaraknya begitu rapat, bahkan beberapa di antaranya bagian atap satu rumah dengan rumah lain hampir tersentuh. Ditambah lagi bangunan rumah sudah berusia tua, kisaran puluhan tahun.
Berdasarkan keterangan salah satu warga yang juga merupakan korban musibah kebakaran itu, Rifan, menuturkan, kronologis kejadian tersebut berasal dari salah satu rumah warga yang berada di tengah-tengah permukiman.
"Awal mulanya beberapa warga sekitar saat itu sedang memancing udang di sungai, tiba-tiba melihat api yang sudah mulai membesar diduga dari rumah bapak Jailani," ungkap Rifan di lokasi kejadian, Minggu (30/9/2018) siang.
--page
Sontak saja, pemandangan ini mengangetkan para pemancing tersebut, hingga mereka berusaha membangunkan warga lainnya untuk meminta pertolongan.
Namun api dengan cepat menjalar bangunan rumah yang terbuat dari kayu tersebut.
"Pertama-tama itu warga fokus menyelamatkan diri, terutama anak-anak kecil dan orang tua, sambil menunggu pemadam datang, karena pas itu sedang tidur nyenyak warga," tuturnya.

Hingga akhirnya pemadam kebakaran dari Pemkab Kapuas dan relawan setempat dibantu pemadam dari Kalsel berupaya untuk memadamkan api.
"Walaupun sumber air dekat tapi akses ke rumah warga sulit, karena jalannya terbuat dari kayu dan kurang lebar, jadi selang-selang itu disambung untuk memadamkan api," tuturnya.
--page
Kurang lebih sekitar 2 jam, api berhasil dikuasai namun setidaknya telah menghanguskan kurang lebih 21 rumah warga dan 1 buah musala, dikarenakan mayoritas bahan bangunan terbuat dari kayu. (DODI RIZKIANSYAH/B-5)








