KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Sejumlah petani atau pemilik keramba di Kasongan Kabupaten Katingan menuding kalau anjloknya harga ikan budidaya sejauh ini karena permainan pihak tengkulak atau pengepul.

Pasalnya, harga ikan asal keramba seperti nila mupun emas di pasaran sejauh ini masih tergolong tinggi yakni di atas Rp35 ribu per kg.
"Kalau tidak percaya cek aja sekarang harga ikan nila atau emas yang dijual di pasar atau warung di Kasongan ini, pasti harganya jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga di tingkat petani keramba," ujar  Amat, salah seorang pemilik keramba ikan di Sungai Katingan sekitar Jembatan Sei Katingan Minggu (30/9/2018).

Amat mengaku, saat ini pengepul hanya berani mematok harga ikan nila Rp22 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya pengepul membeli dengan harga lebih tinggi, yakni paling rendah Rp24 ribu per kg.

"Kalau Rp24 ribu per kilogram itu kita pemilik keramba masih mendapatkan untung asal tingkat kematian ikan wajar, tapi kalau Rp22 ribu itu kita rugi, sebab harga pakan dan bibitnya juga mahal," sebutnya.

Untuk itu, Amat berharap harga jual ikan keramba ini ke depan bisa stabil seperti sebelumnya. "Artinya jarak harga dari petani keramba dengan harga di pasaran itu tidak terlalu jauh," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-2)