BUNTOK –

BORNEONEWS, Buntok – Wakil Bupati Barito Selatan, Satya Titiek Atyani Djoedir menyebutkan kegiatan dialog kebangsaan sebagai rasa tanggungjawab bersama terhadap bangsa dan negara.

“Kegiatan ini tidak lepas dari rasa tanggung jawab kita sebagai bangsa yang memiliki empat konsesnsus dasar negara,” kata Aty seusai membuka dialog kebangsaan di Jaro Pirarahan Buntok, Senin (1/10/2018).

Ia mengatakan salah satunya semboyan Bhineka Tunggal Ika yang mengisyaratkan bangsa adalah sebuah negara yang majemuk dan multikultural akan tetapi memiliki satu tekad bersama bahwa meski berbeda-beda suku, ras dan agama tetapi tetap satu Indonesia.

Menurutnya, bangsa ini sedang melakukan persiapan pesta demokrasi yakni pemilu legislatif dan pemilu presiden.

Menyikapi hal itu maka perlu melakukan persiapan baik konsolidasi maupun sosialisasi ke elemen masyarakat.

--page

Dalam persiapan pesta demokrasi tersebut mulai ada gesekan dan benturan antara masing-masing pendukung baik itu elit politik dan massa simpatisan.

Mereka saling lempar opini dan gagasan, maupun ide-ide membangunan, bahkan saling menyerang dan menjatuhkan kubu lawan dengan berbagai cara, termasuk isu-isu berbahaya yang bisa menyebabkan konflik sosial dimasyarakat.

“Hal itu sudah kita lihat baik dimedia cetak, online, televisi bahkan di media sosial,” ucapnya. Ia mengungkapkan dengan acara dialog publik kebangsaan pihaknya mencoba menetralisasi dan meminimalisir gesekan dan benturan khusunya di Barsel.

Ia berharap kegiatan ini bisa mengembalikan semua permasalahan dengan kearifan lokal dengan tetap berpegang teguh pada semboyan Dahani Dahanai Tuntung Tulus.

Dengan begitu bisa memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara dengan terciptanya pesta demokrasi yang aman, damai dan penuh cinta khusunya di Barsel. (URIUTU DJAPER/B-6)