BUNTOK –

BORNEONEWS, Buntok – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Barito Selatan menduga ditolaknya registrasi pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) karena pihak ketiga atau pengguna data Dukcapil pengambilan datanya tidak realtime.

Kepala Disdukcapil Barsel, Nyamei Tumbai mengatakan data kependudukan dipastikan memakai sistem online yang dikirim ke Direktorat Jendral Dukcapil pusat.

“Permasalahan ini kita menduga mereka atau pihak ketiga atau pengguna data Dukcapil mengambil data tidak realtime pengambilan datanya,” kata Nyamei kepada Borneonews, Senin (1/10/2018).

Artinya apabila ada perubahan data di Dukcapil di database pihak ketiga tidak serta merta terupdate juga. 

Dia membeberkan Direktorat Jendral Dukcapil ada mengimbau sampai ketingkat bawah membantu pihak-pihak ketiga dengan mem push atau mendorong data agar bisa terupdate di data base pihak ketiga seperti BPJS dan KPU serta SSCN.

--page

“Dari kasus semua ini bisa diambil kesimpulan bahwa data yang diambil dari disdukcapil tidak realtime,” jelasnya.

Dengan adanya permasalahan registrasi CPNS ini pihaknya siap membantu pelamar dengan mengupdate database SSCN dan lainnya.

“Bagi pelamar CPNS yang terkendala dengan NIK dan Nomor KK bisa datang langsung ke kantor Disdukcapil Barsel kita siap membantu,” ucapnya. (URIUTU DJAPER/B-6)