KUALA KAPUAS –

BORNOENOWS, Kuala Kapuas- Dalam kegiatan penyuluhan atau promosi kesehatan rumah sakit (PKRS) oleh dokter Krismeikasari di RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo, Kota Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Senin (1/10/2018), disampaikan tentang penularan penyakit HIV/AIDS.

Menurut Krismeikasari, penularan HIV dapat terjadi lewat cairan darah. Seperti transfusi darah menggunakan jarum suntik yang tidak steril atau dipakai bersama-sama dan pemakaian alat tusuk menembus kulit yang juga tidak steril.

"Bisa juga penularan HIV melalui cairan kelamin seperti melalui hubungan seksual tanpa kondom, vaginal seks, oral seks, anal seks, serta penularan melalui ibu yang HIV+ (positif) kepada anaknya," ungkap Krismeikasar.

Penularan juga dapat terjadi selama proses kehamilan, persalinan, menyusui (kemungkinan penularan ke bayi sekitar 25-30 bila tanpa pengobatan).

"Akan tetapi, AIDS tidak menular lewat ciuman, pelukan, WC, sentuhan, alat makan, nyamuk, dan tinggal serumah," ungkapnya.

--page

Ia juga menjelaskan kepada masyarakat cara mencegah penularan HIV/AIDS.

"Pencegahan HIV/AIDS dapat dilakukan dengan saling setia pada satu pasangan yang tidak terinfeksi HIV, gunakan kondom setiap kali berhubungan seks yang berisiko, hindari penggunaan jarum suntik secara bergantian dan tidak steril, serta hindari pemakaian segala alat atau bahan yang tidak steril," sebutnya.

Kemudian, lanjut dia, HIV sampai saat ini belum ada obatnya. Obat yang ada sekarang yaitu ARV (anti retroviral ) hanya digunakan sebagai terapi untuk menghambat berkembangbiaknya virus dalam tubuh.

"Terapi ARV memberi kesempatan pada orang dengan HIV/AIDS untuk hidup lebih produktif," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-3)