SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit- Perkelahian berdarah yang terjadi di Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Senin (1/10/2018), ternyata hanya berawal dari kicauan antara korban dan pelaku di media sosial Facebook.

Sebelum perkelahian, korban Surya, 32, mengomentari status pelaku, Antung, 39. Saat itu dirinya mengingatkan pelaku agar memperbaiki tingkah lakunya yang sering mabuk. 

Namun, pelaku langsung membalas komentar tersebut dengan kata-kata, "Jangan urus diri orang lain, harusnya kamu ngaca dulu," tulis Antung.

Jawab-menjawab komentar di Facebook tersebut semakin panjang. Bahkan merujuk pada perkelahian. Antung yang tidak terima bahkan berkomentar, "Ini mandau saya sudah diasah, di mana kamu saat ini."

Tantangan itupun dijawab korban. Korban mengaku tidak takut dengan Antung walaupun membawa senjata tajam atau senjata api. Bahkan dia memberitahu keberadaan dirinya yang saat itu sedang menjaga tempat fitnes di Jalan HM Arsyad, Samuda.

--page

Ternyata setelah komentar tersebut dilontarkan korban. Pelaku langsung datang ke tempat tersebut. Mereka kemudian saling dorong dan adu argumen. Seorang warga yang melihat berupaya melerai. Akan tetapi keduanya tidak juga berhenti.

Bahkan karena sudah terbawa amarah, pelaku langsung mencabut mandau dari sarungnya dan menyerang korban dengan membabi buta. Saat itu tebasan pertama menganai pergelangan tangan kiri korban.

Belum puas dengan itu, pelaku kembali menebaskan mandaunya ke arah leher korban dan mendarat di bawah dagu. Setelah itu, Antung terus menyerang membabi buta hingga membuat tubuh korban luka-luka.

Dengan tubuh berlumuran darah, korban berusaha memberikan perlawanan dengan menendang pelaku hingga tersungkur. Setelah itu, barulah pelaku pergi. 

"Setelah dia tersungkur, dia langsung pergi menggunakan motor," sebut Surya.

--page

Sesaat kemudian, sejumlah rekan korban membawa Surya ke Puskesmas Samuda untuk mendapat perawatan medis. Namun, karena luka di bawah dagunya cukup parah, korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Murjani, Sampit.

Saat ini kasus itu masih ditangani aparat kepolisian. Pelaku juga sudah diamankan. Pelaku diserahkan oleh kakak korban yang berhasil menangkapnya di rumah keluarga pelaku.

"Pelaku memang tetangga saya dan rumahnya berdampingan dengan rumah saya. Namun, dia memang sering minum alkohol. Bahkan saat menyerang saya juga minum alkohol," ungkap Surya saat ditemui di rumah sakit. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)