BORNEONEWS, Palangka Raya - Dari data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya diketahui bahwa di Kota Cantik kualitas udara menurun dari sebelumnya di kategori baik saat ini masuk di kategori sedang dengan angka 72,07 mikrogran per meter kubik.
Kualitas udara dalam keadaan tidak sehat jika memasuki angka 150 mikrogram per meter kubik.
Selain itu, jumlah titik panas di Kalimantan Tengah mencapai 105 titik. Kabupaten Pulang Pisau menjadi kabupaten dengan titik panas terbanyak, yakni 69 titik.
Kabid Penanggulangan Bencana pada Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kaffeno Nahan mengatakan bahwa kabut asap diduga merupakan kiriman dari Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau. Di dua daerah itu kebakaran sudah terjadi sejak dua sampai tiga minggu belakangan.
"Kiriman dari kabupaten tetangga. Tapi di Palangka Raya juga masih ada dua titik yang masih dilakukan pemadaman yakni wilayah Kalampangan dan kompleks Universitas Palangka Raya," kata Kaffeno, Selasa (2/10/2018).
--page
Kaffeno menjelaskan bahwa Pemko Palangka Raya dibantu Pemerintah provinsi Kalteng terus melakukan pemadaman juga patroli karhutla untuk mencegah kebakaran. Selain dari darat, pemadaman juga dilakukan melalui udara dengan menggunakan bom air.
"Kita sudah lakukan upaya maksimal agar kebakaran hutan dan lahan bisa dikendalikan dan tidak semakin buruk," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)








