BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kaffeno Nahan mengatakan bahwa kabut asap diduga merupakan kiriman dari Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau.
Di dua daerah itu kebakaran sudah terjadi sejak dua sampai tiga minggu belakangan.
"Sebagain besar asap tipis di kota Palangka Raya ini adalah akibat asap kiriman dari kabupaten tetangga. Tapi di Palangka Raya juga masih ada dua titik yang masih dilakukan pemadaman yakni wilayah Kalampangan dan kompleks Universitas Palangka Raya," kata Koffeno, Selasa (2/10/2018).
Sisa-sisa kepulan asap bekas kebakaran lahan di sejumlah area lahan yang terbakar di Kota Palangka Raya menurutnya masih mengepulkan asap sehingga tetap memberikan dampak bagi kondisi udara.
"Area lahan di kawasan Universitas Palangka Raya yang sebelumnya sempat terbakar ditambah yang kemarin dicek oleh Wali Kota, itu sangat berpengaruh pada udara pagi ini," jelasnya.
--page
Secara keseluruhan, lanjutnya, frekuensi asap lebih besar dikarenakan oleh asap kiriman.
"Ya, kalau karhutla terjadi di daerah tetangga, maka kota ini selalu menjadi langgganan asap kiriman," tuturnya.
Dari data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya diketahui bahwa di Kota Cantik kualitas udara menurun dari sebelumnya di kategori baik saat ini masuk di kategori sedang dengan angka 72,07 mikrogran per meter kubik. Kualitas udara dalam keadaan tidak sehat jika memasuki angka 150 mikrogram per meter kubik.
Selain itu, jumlah titik panas di Kalimantan Tengah mencapai 105 titik. Kabupaten Pulang Pisau menjadi kabupaten dengan titik panas terbanyak, yakni 69 titik. (TESTI PRISCILLA/B-5)








