BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Emiten perkebunan PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) menargetkan pengembangan lima Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dalam 5 tahun ke depan seiring dengan kondisi pohon yang mencapai usia prima.
"Dalam 4 hingga 5 tahun ke depan, perusahaan berencana mengembangkan 4 sampai 5 PKS baru. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan usia pohon kelapa sawit yang mencapai usia prima sehingga kapasitas produksi meningkat," kata Direktur Eagle High Plantations, Henderi Djunaidi, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/10/2018).
Menurutnya, investasi satu PKS berkisar Rp260 miliar. Komposisi pendanaan berasal dari ekuitas dan pinjaman eksternal.
"Dari sisi operasional, BWPT mengalami peningkatan signifikan. Pada April 2018, produksi Tandan Buah Segar (TBS) mencapai 100.000 ton, Maret 2018 130.000 ton, dan Mei 2018 160.000 ton," papar Djunaidi.
Diharapkan tren kenaikan produksi berlanjut sampai akhir tahun seiring dengan membaiknya kondisi cuaca. Adapun tingkat rendemen atau Oil Extration Rate (OER) dijaga di atas level 23%.
--page
OER atau tingkat rendemen adalah perbandingan jumlah CPO yang diproduksi dalam setiap kilogram TBS.
Pada tahun ini, rata-rata usia tanaman perseroan mencapai 9 tahun. Artinya, pada 2020 atau saat usia rata-rata pohon mencapai 12 tahun, kelapa sawit mulai mencapai masa puncak produksinya.
Perseroan mengalokasikan belanja modal senilai Rp400 miliar pada tahun ini, atau relatif sama seperti tahun lalu. Sekitar 30% berasal dari ekuitas, sedangkan selebihnya dari pinjaman perbankan. (NDELYA RAMADHANI/m)








