BORNEONEWS, Sampit - Harga ayam pedaging di sejumlah pasar tradisional Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat ini mengalami kenaikan, bahkan harga mencapai Rp40 ribu per kg.
"Sudah tiga hari terakhir ini harga ayam kembali naik, bahkan pagi tadi saya beli sudah Rp40 ribu," ujar Agus Rianto, salah satu pemilik rumah makan di Sampit, Selasa (2/10/2018).
Kenaikan tersebut mulanya hanya sedikit saja, dari Rp36 ribu per kilogram menjadi Rp38 ribu per kilogram. Namun setelah itu langsung kembali naik menjadi Rp40 ribu per kilogram.
Hal tersebut sangat membebani masyarakat, apalagi yang memiliki warung makan harus mengeluarkan modal besar agar bisa membeli ayam pedaging dengan jumlah besar. "Tentu sangat memberatkan dengan harga tersebut. Apalagi hampir semua menu di rumah makan saya ini berbahan ayam," kata Agus.
Dirinya tidak mengetahui pasti penyebab kenaikan tersebut. Apalagi saat ini tidak ada gangguan yang berarti dan belum memasuki hari besar.
--page
Sementara Sitah, salah seorang penjual ayam di Pasar Subuh juga tidak tahu persis penyebab kenaikan tersebut. Namun yang pasti, ia mendapatkan ayam dari agen dengan harga yang cukup tinggi.
"Kalau kami jual dengan harga rendah, maka kami yang rugi. Sehingga dengan terpaksa kami jual dengan harga tersebut," kata Sitah.
Ia berharap agar kenaikan tidak terus terjadi seperti menjelang lebaran beberapa waktu lalu. Ia juga berharap agar harga kembali normal seperti biasanya yakni di bawah Rp30 ribu. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)








