BORNEONEWS, Muara Teweh – Alat kesehatan (Alkes) milik RSUD Muara Teweh yang bernilai miliaran rupiah ikut terendam air.
“Jadi beberapa alat kesehatan milik RSUD Muara Teweh, termasuk alat pemeriksaan laboratorium yang juga terendam banjir. Sehingga alkes-alkes tersebut tidak dapat digunakan sementara waktu,” kata Direktur Utama RSUD Muara Teweh, drg Dwi Agus Setejowati di sela pembersihan rumah sakit setelah banjir yang melanda, Selasa (2/10/2018).
Pelayanan juga sempat terganggu, karena alkes yang terendam air dan belum bisa difungsikan. "Kami juga tidak tahu bagaimana pihak kontraktor melakukan perhitungan sehingga daya tampung air untuk drainase tidak dapat menampung debit air yang cukup tinggi dengan waktu cukup lama,” ucapnya.
Alat kesehatan yang terendam banjir terpaksa dikeringkan terlebih dahulu sebelum dipakai kembali. “saya mengharapkan alkes tersebut tidak rusak, karena harganya cukup mahal yang mencapai miliaran rupiah, jadi kami mengeringkan secara manual terlebih dahulu baru dikeringkan dengan pengering rambut.”
Selain alkes, kata dia, juga banyak berkas yang terendam banjir, sehingga karyawan harus melakukan pengeringan. (RAMADHANI/B-2)








