PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah mengkaji jam mulai masuk sekolah, seiring perkembangan terakhir bencana kabut asap yang kian parah.

Seperti saat ini, di Palangka Raya dan sekitarnya kabut asap menyelimuti ibu kota Kalteng tersebut, akibat kebakaran hutan dan lahan.

Kabut asap tebal membuat masyarakat khawatir karena dapat menyebabkan penyakit Ispa, khususnya untuk anak-anak yang setiap harinya harus pergi ke sekolah.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Slamet Winaryo, pihaknya sedang mengkaji kemungkinan pengaturan jam sekolah.

"Saat ini kita tengah mengkaji dan mempelajari kemungkinan itu, apakah nantinya akan diundur jam masuknya atau bagaimana baiknya nanti," ucapnya, Rabu (3/10/2018).

--page

Dia menyebut, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan kepala sekolah di berbagai daerah dan mengkaji bersama kemungkinan pengaturan jam sekolah selama kabut asap menebal.

"Asapnya memang terlihat tebal, namun masih belum membahayakan, seandainya pun tebal dan nantinya mengharuskan anak-anak belajar di rumah, kita akan terus memantau agar anak-anak di Kalteng tidak ketinggalan pelajaran," lanjutnya.

Selain berkoordinasi dengan kepala sekolah, Slamet mengaku pihaknya juga saat ini terus berkoodinasi dengan Dinas Kesehatan. (GAZALI/B-5)