SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Identitas mayat yang ditemukan di daerah aliran sungai (DAS) Mentaya, Jalan Iskandar, Kelurahan MB Hilir, Kecamatan MB Ketapang, Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ketahui bernama Muhammad Zaidi alias Unyir.

Jasad korban ditemukan pertama kali oleh salah seorang pekerja taksi air (Kelotok). Saat itu motorit kelotok hendak merapat ke dermaga pelabuhan penyeberangan yang ada di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM).

"Kata motoris kelotok mayatnya itu kadang mengapung, kadang tenggelam. Hingga larut dan sangkut di lanting belakang Losmen Budi Mufakat. Setelah berhasil diangkat, ternyata itu Unyir (nama panggilan). Sopir travel Murakarta," ucap H Adul, warga sekitar lokasi kejadian saat di bincangi Borneonews.co.id, Rabu (3/10/2018).

Pria berumur 51 tahun ini juga menjelaskan, korban berasal dari Rantau Keminting, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan, berusia 27 tahun.

Korban yang memiliki tubuh gempal pendek berkulit putih itu sudah lama bekerja sebagai sopir tavel perjalanan Banjarmasin-Sampit. Terhitung sudah kurang lebih selama 5 tahun.

--page

Jasad pria itu kini sudah berada di kamar jenazah RSUD dr Murjani Sampit untuk dilakukan visum dan proses penyelidikan lebih lanjut.

"Jasadnya sudah dibawa ke rumah sakit oleh Polisi, Basarnas dan PMI menggunakan mobil ambilance," tukas Adul. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-5)