SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim) mendapat bantuan masker sebanyak 9.000 lembar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng).

Ini merupakan tindak lanjut dari kondisi sejumlah daerah di Kotim yang hampir setiap hari selalu terjadi kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Kami menghubungi provinsi meminta bantuan agar dikirim masker sebanyak 10.000, karena di Kotim telah kehabisan stok yang akan dibagikan kepada masyarakat," ucap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim, Rihel, Rabu (3/10/2018).

Berselang dalam waktu 2 hari setelah dihubungi, masker pun datang dengan jumlah 9.000 yang siap dibagikan kepada masyarakat Kotim.

Sejumlah 9.000 masker itu telah dibagikan di tiga tempat yang berbeda, yaitu sebanyak 4.000 masker dibagikan ke setiap sekolah-sekolah terutama untuk TK dan SD, sebanyak 4.000 masker dibagikan di persimpangan lampu merah dan sebanyak 1.000 maskernya lagi dibagikan ke daerah Mentaya Hilir Selatan.

--page

"Bantuan masker tersebut dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), karena memang kami langsung menghubungi pihak BPBD nya," tutur Rihel.

Jelasnya, Kondisi kabut asap di Kotim sendiri memang terkadang cukup pekat dan juga terkadang mulai terang, tetapi kalau melihat kebakaran hutan dan lahan hampir setiap harinya tidak pernah absen maka kita lakukan pencegahan dampak kebakaran tersebut.

Lanjutnya, maka dari itu dengan cara menyediakan masker untuk dibagikan kepada masyarakat agar dilakukan pencegahan lebih awal supaya masyarakat sudah memiliki masker terlebih dahulu. (EKA YUSSRONA/B-5)