BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) HM Jhon Krisli mengkhawatirkan di warga di kabupatan ini terjadinya degradasi moral. Dia berharap benteng terakhir untuk mempertahankan adalah agama dan di kelembagaan adat.
"Peran kelembagaan adat ini untuk mempertahankan kebudayaan dan adat ketimuran, serta agama juga hal yang utama, untuk membentengi keimanan," kata Jhon, Rabu (3/10/2018)
Dijelaskanya perilaku orang timur tentunya dianggap sebagai peradaban paling cerdas dan santun di dunia. Sehingga hal itu jangan sampai hilang dari masyarakat.
Di sini kata dia kelembagaan adat punya peran bahkan Jhon sepakat kelembagaan adat Dayak di Kotim ini harus optimal untuk menjaga dan merawat adat istiadat daerah ini sebagai orang timur.
Selama ini ia melihat di masyarakat cenderung urusan moral mulai terjadi pergeseran, hal-hal yang sebelumnya dianggap tabu dan merusak dalam kehidupan bermasyarakat semakin tidak digubris lagi.
--page
"Saya sangat khawatir, karena jika dibiarkan ini berpotensi menghilangkan falsafat kita Belom Bahadat (hidup beradat)," ucap Jhon.
Jhon mengakui terkikisnya kehidupan sosial masyarakat sebagai orang timur ini tidak lain karena masuknya pengaruh budaya luar. Salah satunya melalui teknologi informasi dan komunikasi.
Masyarakat yang tidak siap menerima perkembangan mengakibatnya apapun yang ada di media sosial dan lain sebagainya langsung ditiru dan dianggap sebuah hal yang biasa. (NACO/B-5)








