SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Penemuan jasad Muhammad Zaidi alias Unyir yang mengapung di Sungai Mentaya, Rabu (3/10/2018), ditindaklanjuti kepolisian dengan melakukan penyelidikan.

Sejumlah saksi dimintai keterangannya untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Mulai dari kerabat korban, warga yang pertama kali menemukan jasad, hingga bos travel Surakarta, tempat korban bekerja.

"Kasus ini masih dalam penyelidikan," kata Kapolsek Ketapang AKP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel.

Kapolsek Ketapang membantah terkait adanya pernyataan sejumlah warga yang terkait adanya pelaku pemukulan menyerahkan diri ke polisi.

"Tidak ada yang menyerahkan diri. Memang beberapa warga ada yang menyatakan jika korban diduga dianiaya hingga nyawanya melayang. Namun kasus ini tengah diselidiki. Yang menangani kasus ini Satreskrim Polres Kotim," kata dia.

--page

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Wiwin Junianto Supriyadi mengatakan, beberapa orang saksi telah dipanggil untuk dimintai keterangan. Belum satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Kami masih memeriksa para saksi. Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Informasi lebih lanjutnya nanti akan kami sampaikan," jelasnya singkat. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-11)