BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan pada Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas, Fadhullah Rosady mengungkapkan bahwa setrum menjadi cara tangkap ikan ilegal fishing yang paling sering ditemui di daerahnya yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab.
"Mereka memakai setrum listrik, mungkin karena murah biayanya untuk merakit alat setrum," ungkap Fadhullah kepada wartawan, Kamis (4/10/2018). Cara ilegal ini pun menjadi perhatian pihaknya, karena dampak dari ilegal fishing bisa merusak keberlangsungan hidup ikan.
"Tentunya bisa mengakibatkan kepunahan ikan," tuturnya. Dia menjelaskan jenis alat tangkap yang termasuk ilegal fishing lain cukup jarang ditemui seperti menggunakan bahan peledak, racun, jenis pukat harimau.
"Kalau racun sekarang malah jarang itu terdengar lagi, karena kebanyakannya setrum dari informasi warga," tegasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-6)







