BORNEONEWS, Kasongan - Jajaran Polres Katingan menggelar doa bersama lintas agama untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tenggara (Sulteng) di Aula Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Jalan Sukarno-Hatta Kasongan.
Demikian berdasarkan rilis pihak Polres Katingan yang diterima borneonews.co.id, Kamis (4/10/2018). Doa bersama lintas agama ini dihadiri Wakil Bupati Sunardi Litang, dan Forkopimda Kabupaten Katingan. Lainnya perwakilan FKUB, Kamenag, Kasat Pol PP, Danramil, Ketua Ormas Islam, pemuka agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, mahasiwa, anggota TNI, anggota Polri Polres Katingan serta anggota Satpol PP.
Doa lintas agama ini diawali perwakilan agama Islam, kemudian agama Kristen, Katolik dan Hindu Kaharingan itu tidak lain untuk mendoakan korban-korban peristiwa gempa bumi dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
Kapolres Katingan AKBP E. Dharma B Ginting, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud solidaritas, dan sebagai bentuk rasa duka serta belasungkawa atas bencana gempa bumi serta tsunami di Palu, Sigi dan Donggala tersebut.
“Ini sebagai wujud kepedulian sesama maupun bentuk duka cita atas musibah yang menimpa saudara-saudara sebangsa dan setanah air di Provinsi Sulawesi Tengah, dimana pada tanggal 2 Oktober 2018 tercatat korban masyarakat sipil dan anggota Polri sebanyak 1.234 orang,” katanya.(ABDUL GOFUR/B-5)








