SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukamara akan melakukan berbagai upaya untuk merealisasikan target imunisasi campak dan measles rubella (MR) seiring adanya diperpanjangnya waktu dari pemerintah pusat.

Sebenarnya, pelaksanaan kampanye imuniasi campak rubella dan rubella telah berakhir pada 30 September 2018. Namun, masih rendahnya capaian target tingkat nasional yakni hanya 56,3%, membuat pemerintah memutuskan memperpanjangnya hingga 31 Oktober 2018.

Pemerintah Kabupaten Sukamara sendiri menargetkan realisasi imunisasi campak dan rubella sebanyak 16.343 anak atau 95% dari jumlah total anak.

"Harapannya puskesmas dapat melakukan pemetaan daerah mana yang capaiannya masih rendah," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sukamara Achmad Yani kepada Borneonews, Kamis (4/10/2018).

Selain itu, Dinkes juga akan berkoordinasi dengan camat, kepala desa atau lurah, serta pengurus PKK mengenai capaian pelaksanaan imuniasi tersebut.

--page

"Juru imunisasi puskesmas juga hendaknya berkomunikasi dengan tenaga kesehatan yang ada di pustu dan poskesdes untuk melakukan sweeping bagi anak yang belum mendapatkan imunisasi MR ini," tuturnya.

Achmad Yani berharap, dengan beberapa upaya tersebut dapat memberikan hasil maksimal. Sehingga target yang ditetapkan bisa tercapai.

"Untuk surat perpanjangan pelaksanaan kampanye imunisasi MR secara resmi menunggu kepala dinas untuk ditandatangani dan dikirim. Namun secara lisan sudah kita sampaikan ke puskesmas," sebut Achmad Yani. (NORHASANAH/B-3)