SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bank Indonesia Kalimantan Tengah akan menggandeng kepolisian untuk mengantisipasi peredaran uang palsu, terutama menjelang Pemilu 2019.

"Bisa saja (peredaran uang palsu) itu terjadi. Seperti saat pilkada beberapa waktu lalu," kata Kepala Perwakilan BI Kalteng, Wuryanto, Jumat (5/10/2018), di Sampit.

Wuryanto menambahkan, peredaran uang palsu saat pilkada tidak begitu banyak. Sehingga, diharapkan untuk Pemilu 2019, peredaran uang palsu bisa diminimalisasi.

"Kita akan tetap berhati-hati, kerjasama dengan kepolisian untuk memantau itu. Agar peredaran uang palsu di Kalteng tidak begitu banyak," kata dia.

Dalam Pemilu 2019, diprediksi akan terjadi peredaran uang palsu. Dimanfaatkan untuk menarik suara masyarakat. (NACO/B-11)