BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat bakal menambah alat cuci darah di Rumah Sakit Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun.
Pasalnya pasien cuci darah sangat banyak, sedangkan alat dan ruangan yang tersedia di RSSI sangat terbatas. Sehingga banyak pasien cuci darah dirujuk ke luar daerah.
Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan, pemkab akan memperhatikan masalah pelayanan cuci darah di RSSI Pangkalan Bun secara serius, karena jumlah pasien cuci darah di RSSI Pangkalan Bun ini mencapai 288 orang.
Sementara RSSI Pangkalan Bun hanya memiliki lima tempat tidur untuk melayani pasien cuci darah. Sehingga dengan terbatasnya alat, tidak bisa menerima pasien baru dalam jumlah yang banyak.
"Pasien cuci darah di RSSI Pangkalan Bun itu mempunyai jadwal rutin untuk cuci darah. Dengan ruangan dan alat yang terbatas ini, bakal kita perhatikan secara serius. Karena masih banyak pasien cuci darah dirujuk ke Jawa, karena jadwal yang ada itu penuh," kata Bupati.
--page
Bupati menyebut, untuk sarana dan prasarana cuci darah ini akan dipenuhi tahun 2019 mendatang. Termasuk ruangan yang lebih besar agar bisa menampung pasien lebih banyak lagi.
"Terutama yang harus dibenahi adalah ruangan harus pindah yang lebih besar, alat cuci darah bakal kita tambah. Sehingga lebih banyak pasien cuci darah ditangani," jelasnya. (Andre/B-2)








