BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kapuas kembali melakukan penyuluhan melalui Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Kapuas berkaitan dengan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Dengan frekuensi 91,4 FN, penyuluhan tersebut disampaikan langsung oleh dokter Bimo Harmaji yang menerangkan bahwa Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorhagic Fever (DHF) adalah penyakit demam akut yang ditemukan di daerah tropis (seperti Indonesia), dengan penyebaran yang mirip dengan malaria.
"DBD merupakan salah satu penyakit menular yang dapat menimbulkan wabah. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menimbulkan kekhawatiran karena perjalanan penyakitnya yang cepat dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat," ungkap Bimo, Jumat (5/10/2018).
Dia juga menjelaskan, penularan DBD umumnya melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Habitat nyamuk ini adalah pada air-air yang bersih seperti yang ada pada kolam, bak air atau bak mandi terbuka. Meskipun dapat juga ditularkan oleh Aedes albopictus yang biasanya hidup di kebun-kebun.
"Seorang yang di dalam darahnya mengandung virus dengue merupakan sumber penularan DBD, virus ini berada dalam darah selama 4 – 7 hari. Bila penderita DBD digigit nyamuk penular, maka virus dalam darah akan ikut terisap masuk ke dalam lambung nyamuk, selanjutnya virus akan memperbanyak diri dan tersebar di berbagai jaringan tubuh nyamuk termasuk di dalam kelenjar liurnya," jelasnya.
--page
Kira-kira 1 minggu setelah menghisap darah penderita, nyamuk tersebut siap menularkan kepada orang lain. "Virus ini akan tetap berada dalam tubuh nyamuk sepanjang hidupnya dan menjadi penular (Infektif)," sambungnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-2)








