KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk DBD.

Hal itu diungkapkan dokter Bimo Harmaji dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kapuas saat memberikan penyuluhan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam siarannya di frekuensi 91,4 FM Radio Siaran Pemerintah Daerah.

Ia juga menjelaskan, pemberantasan sarang nyamuk DBD adalah kegiatan memberantas telur, jentik dan kepompong nyamuk DBD di tempat-tempat pembiakannya.

"Cara pemberantasan sarang nyamuk DBD dilakukan dengan cara 3M yaitu, menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi atau WC, drum, dan lain-lain (M1). Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti gentong air, tempayan dan lain-lain (M2)," jelas dr Bimo, Jumat (5/10/2018).

Kemudian, mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan (M3).

--page

Selain itu, dia juga menyebutkan 3M Plus, yaitu mengganti air vas bunga, tempat minum burung atau tempat lainnya yang sejenis seminggu sekali, memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar atau rusak, menutup lubang pada potongan bambu atau pohon dengan tanah.

"Juga menaburkan bubuk Larvasida atau Abate dan memelihara ikan pemakan jentik di kolam atau bak penampung air, serta memasang kawat kasa," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-2)