SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit- Sudah hampir satu bulan terakhir warga Jalan Nanas II, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengeluhkan air PDAM yang sering macet.

"Sudah hampir sebulan ini macet. Kondisi ini sangat menyulitkan kami dalam mendapatkan air bersih," ujar Jauhari, warga di Jalan Nanas II, Jumat (5/10/2018). 

Tidak lancarnya aliran air PDAM membuat warga sekitar tidak bisa mendapatkan air sesuai kebutuhan. Akibatnya banyak warga terpaksa membeli air untuk keperluan mencuci dan mandi. 

"Banyak warga sini yang harus beli dengan harga Rp70 ribu per 1.000 liter. Karena jika tidak seperti itu, kami tidak memiliki air untuk cuci dan mandi, serta kebutuhan lainnya," kata Jauhari. 

Membeli air sendiri hanya bisa dilakukan bagi yang mampu, sedangkan yang tidak mampu mereka meminta air ke rumah keluarga. Bahkan ada yang terpaksa mandi dan mencuci di Sungai Mentaya.

--page

"Saya saja kemarin sampai mandi dan mencuci di Sungai Mentaya. Karena tidak lagi jalan air PDAM di sini," sebut Jauhari. 

Keadaan tersebut sebenarnya sudah dilaporkan masyarakat ke PDAM. Namun hingga saat ini belum ada tindaklanjutnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)