KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Tidak adanya hujan dalam beberapa pekan terakhir membuat titik api kembali muncul hingga menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa wilayah Kapuas yang sulit dijangkau satgas darat, sehingga untuk mengatasinya kembali dilakukan water bombing.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Panahatan Sinaga, water bombing menggunakan helikopter BNPB kembali dilakukan di wilayah Dadahup, Jumat (5/10/2018).

"Jumlah water bombing pada hari ini sebanyak 22 kali, membawa 88.000 liter air," ungkap Sinaga, Jumat (5/10/2018) malam.

Dengan dilakukannya kegiatan untuk mengatasi Karhutla melalui udara yang dipiloti kapten Nurlan assanaliyev itu telah berhasil membuat sebagian api padam.

"Diperkiran luas area terbakar kurang lebih sebanyak 30 hektare," katanya.

--page

Selain itu, pihaknya juga terus berupaya untuk mengatasi karhutla agar kabut asap tidak terjadi lagi dengan terus memantau keberadaan titip api di Kapuas.

"Harapannya melalui usaha kita bersama-sama semuanya karhutla bisa kembali mereda," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-5)