BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau H Hendra Lesmana menjelaskan tujuannya menyusuri setiap sudut RSUD, Jumat (5/10/2018) lalu. Yaitu untuk mengetahui langsung kondisi riil pelayanan kesehatan di sana, termasuk menginventarisasi berbagai permasalahan.
"Saya ingin tahu secara langsung kondisi RSUD kita itu. Sejauh ini kebanyakan saya dapat informasi dari sejumlah pihak, berupa keluhan. Meskipun sebelumnya (sebelum menjadi Bupati), saya sempat beberapa kali berkunjung ke sana, tapi dengan situasi yang tentunya terbatas," kata Hendra Lesmana, Minggu (7/10/2018).
Hendra juga menyebut, ada beberapa hal yang menjadi catatan pascasidak itu, antara lain masih minimnya kuantitas dan kualitas SDM, termasuk lemahnya kompetensi SDM tenaga medis sehingga perlu ditingkatkan.
"Kemudian juga sarana dan prasarana rumah. Misal di ruang bedah, ternyata masih banyak alat kesehatan yang belum tersedia. Percuma ada dokter spesialis kalau tidak didukung alat-alat penunjang," kata dia.
Hendra menambahkan, ada juga catatan lainnya, dan itu akan menjadi salah satu pedoman pemkab untuk membuat kebijakan di bidang kesrhatan.
--page
"Fungsi RSUD sangatlah vital, karena merupakan barometer pelayanan kesehatan daerah. Dan persoalan kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia, sehingga harus diprioritaskan," tandasnya.
Saat sidak, Bupati Hendra Lesmana didampingi anggota DPRD Lamandau, serta menemui Direktur RSUD Lamndau Jozeb HF Rumouw dan sejumlah dokter. (HENDI NURFALAH/B-11)








