MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh– PT Bunda Kandung diharapkan menjadi pilot project bagi perusahaan lain dalam hal pemanfaatan kawasan reklamasi tambang menjadi lahan pertanian dan perkebunan.

“Penanaman di tanah reklamasi ini dimaksudkan sebagai pilot project untuk Kabupaten Barito Utara. Di samping membantu pemerintah dalam bidang pertanian juga dapat menjadikan nilai tambah yang bisa dinikmati masyarakat sekitar,” kata Bupati Barito Utara Nadalsyah saat meninjau, memantau, dan mengecek langsung lahan yang akan dijadikan lokasi penanaman jagung di lahan reklamasi PT Bunda Kandung, Minggu (7/10/2018).

Bupati lantas meminta, para pengusaha tambang di Kabupaten Barito Utara dapat mempertimbangkan pemanfaatan lahan reklamasi di perusahaan mereka untuk dijadikan lahan pertanian. Pasalnya, selama ini permasalahan reklamasi masih menjadi kendala di lapangan.

"Dengan menanam tanaman produksi seperti jagung dan menggandeng masyarakat di sekitar perusahaan untuk melaksanakannya, diharapkan dapat menambah penghasilan masyarakat. Di samping menutup bekas galian yang ada,” sebut Nadalsyah.

Disampaikannya, lahan reklamasi yang akan dikerjakan PT Bunda Kandung saat ini seluas kurang lebih 10 hektare. Direncanakan di sekeliling lahan akan ditanami jengkol dan petai. Sedangkan di bagian tengah lahan akan ditanami jagung.

--page

“Selain jagung direncanakan akan ditanami serai. Tentunya hal ini akan dapat membuat lahan reklamasi menjadi lahan yang produktif, ucapnya. (RAMADANI/B-3)