JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) menyatakan produksi Tandan Buah Segar (TBS) pada kuartal III tahun ini tumbuh 26,33% year on year (yoy).

"Pada kuartal III tahun ini, perseroan menghasilkan TBS sejumlah 569.026 ton. Volume itu naik 26,33% dari triwulan sebelumnya sebesar 450.409 ton, kami berharap dapat mencapai volume produksi TBS 200.000 ton per bulan pada Oktober 2018, setelah pada Agustus sebesar 191.000 ton," kata Investor Relations BWPT, Sebastian, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (8/10/2018).

Sedangkan kinerja produksi CPO, menurut Sebastian, juga mengalami peningkatan. Per Agustus 2018, perseroan menghasilkan CPO sejumlah 237.148 ton, naik 24,92% yoy dari sebelumnya 189.843 ton.

"Kenaikan produksi TBS dan CPO didukung oleh berkurangnya curah hujan. Di sisi lain, usia rata-rata pohon sawit BWPT mencapai kondisi prima hingga 60%, yakni 9,4 tahun dengan perincian tanaman dewasa mencakup 121.412 hektare (ha), dan muda 6.874 ha," papar Sebastian.

Pada 2017, rata-rata usia pohon sawit perseroan adalah 8,4 tahun, dengan komposisi tanaman prima 51%. Tingkat kematangan tanaman BWPT mengalami tren menanjak sejak 2014 yang hanya mencapai 25%.

--page

Sebastian menambahkan, ke depannya produksi CPO perseroan berpotensi bertumbuh.
 
"Apalagi pada bulan lalu BWPT sudah mengoperasikan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) baru berkapasitas 45 ton per jam di Papua," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT), Lucas Kurniawan, menyatakan optimistis membaiknya produksi pada kuartal III tahun ini dapat berlanjut sampai dengan akhir tahun dan diharapkan dapat meredam dampak melesunya harga Crude Palm Oil (CPO) terhadap kinerja keuangan.

"Produksi CPO PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) pada kuartal III tahun ini cenderung mengalami peningkatan. Kondisi ini diperkirakan berlanjut sampai akhir tahun," kata Lucas.

Kenaikan produksi Tandan Buah Segar (TBS) dan CPO pada kuartal III tahun ini, menurut Lucas, didorong oleh meningkatnya produksi perkebunan di Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Belitung.

"Kenaikan produksi itu tergambar dalam kinerja per Agustus 2018," papar dia. 

Ia menambahkan, dalam 8 bulan pertama 2018, ANJT menghasilkan TBS sejumlah 502.966 ton, naik 14,16% year-on-year (yoy) dari sebelumnya 440.584 ton. (NEEDLE RAMADHANI/m)