BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah belum siap melakukan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) secara online.
Banyak calon pelamar CPNS yang bermasalah dengan nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK). Berkas-berkas itu menumpuk di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Palangka Raya, Senin (8/10/2018).
Pihak Disdukcapil juga tampak kerepotan mengurus banyaknya keluhan masyarakat ini. "Ini se-Indonesia bermasalah, pemerintah belum siap melakukan penerimaan CPNS secara online," kata Kabid Pengelola Informasi Penduduk, Disdukcapil Palangka Raya, Sri Wardhani kepada borneonews.co.id saat dimintai konfirmasi.
Saat ditanya sudah berapa banyak masyarakat yang mengeluhkan penolakan NIK dan KK saat mendaftar CPNS di laman sscn.bkn.go.id, Sri tidak bisa menyebutkan angkanya.
"Waduh saya tidak tahu sudah berapa tapi yang sampai ke meja saja mungkin 4 jari itu tinggi tumpukan stopmapnya," tambah Sri sembari tetap sibuk menandatangani berkas-berkas.
--page
Menurut Sri, pihaknya sudah mendatangi Kementerian Dalam Negeri dan mendapati dinas-dinas di seluruh Indonesia juga mendatangi kantor Kementerian untuk menyampaikan keluhan yang sama.
"Sama keluhannya se-Indonesia. Jawaban Kemendagri ya sama dengan yang kami sampaikan ke masyarakat, tunggu saja dihubungi kembali. Karena kan masyarakat sudah menghubungi Call Center Kemendagri juga, selain mendatangi Disdukcapil. Jadi jawabannya sama, tunggu saja," tutup Sri. (TESTI PRISCILLA/B-2)








