BORNEONEWS, Muara Teweh - SDN 5 Melayu Muara Teweh masih kekurang guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil/Aparatur Sipil Negara (PNS/ASN). Padahal SDN 5 Melayu Muara Teweh merupakan SD Rujukan.
Ketua Komite SDN 5 Melayu Muara Teweh, Nety Herawati Jawawi mengatakan, sebagai SD Rujukan, sekolah ini memerlukan guru yang aktif, enerjik, dan berwawasan luas.
Jumlah guru di sekolah ini 19 orang ASN dan 15 orang guru honor BOS. "Tetapi dua orang ASN guru tidak aktif, karena sedang sakit,” ujarnya di Muara Teweh, Senin (8/10/2018).
Mencermati situasi ini, kata Nety, SDN 5 Melayu sangat membutuhkan tambahan guru guna membantu kelancaran dan kelangsungan proses belajar-mengajar para murid sehingga jumlah guru sesuai dengan bidang studi.
“Usulan penambahan guru sudah disampaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, tetapi sampai kini belum ada respon. Kami bersama pihak sekolah akan kembali menemui atau menyurati pihak Disdik," katanya.
--page
Pejabat mewakili Kadisdik Barito Utara Suprayetno menyatakan, ada SK dari Kementerian Pendidikan tentang sekolah rujukan. Pemkab Barito Utara mendukung penuh status rujukan SDN 5 Melayu. Baik terkait infrastruktur maupun guru, karena ini memang menjadi perhatian nasional.
Ada delapan standar yang harus diterapkan di sekolah. “Memang tidak ada parameter untuk menentukan penerapan delapan standar. Tetapi yang pasti, kami yakin, standar itu sudah dilaksanakan di SDN 5 Melayu. Di Kalteng, hanya ada dua SD rujukan. Pertama di Kabupaten Barito Utara dan kedua di Kabupaten Kapuas,” ucap Suprayetno. (RAMADHANI/B-2)








