JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Emiten perkebunan PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA) memacu penjualan biodiesel sejumlah 96.000 kilo liter sampai akhir tahun ini dengan estimasi nilai Rp700,8 miliar.

"Pada kuartal IV tahun ini, perseroan mendapat kuota penjualan biodiesel sekitar 48.000 kilo liter. Dengan demikian, TBLA dapat memacu penjualan biodiesel sejumlah 96.000 kilo liter sampai akhir tahun ini," kata Corporate Secretary Tunas Baru Lampung, Hardy, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (9/10/2018). 

Menurut Hardy, dengan perhitungan harga biodiesel per liter Rp7.300, pihaknya dapat membukukan penjualan biodiesel sejumlah Rp700,8 miliar pada 2018. Per Juni 2018, penjualan biodiesel berkontribusi 9% dari total pendapatan Rp4 triliun atau sekitar Rp360 miliar.

"Dengan adanya dorongan kebijakan B20 oleh pemerintah, manajemen TBLA tentunya dapat berharap terhadap pertumbuhan industri sawit dan juga biodiesel. Dengan demikian, omzet perseroan dapat semakin meningkat," papar dia.

Keberadaan biodiesel juga membuat perseroan memiliki sejumlah pilihan dalam mengolah minyak kelapa sawit atau CPO. Ketika harga CPO melesu, TBLA dapat meningkatkan penjualan dalam bentuk biodiesel dan minyak goreng, sehingga marjin pendapatan meningkat.

--page

Saat ini, perseroan baru memiliki satu pabrik biodiesel di Lampung dengan kapasitas produksi 300.000 ton per tahun. Utilisasinya baru mencapai 40% karena menyesuaikan dengan volume permintaan sehingga produksi diestimasi sejumlah 120.000 ton.

Hardy menambahkan, untuk mendukung ekspansi produk hilir, perusahaan akan mengoperasikan pabrik kelapa sawit (PKS) berkapasitas 45 ton per jam di Pontianak, Kalimantan Barat, pada kuatal IV tahun ini. Sebelumnya, perusahaan mengandalkan enam PKS dengan kapasitas pengolahan tandan buah segar (TBS) sebesar 345 ton per jam, atau 1,73 juta ton per tahun.
(NEDELYA RAMADHANI/m)