BORNEONEWS, Sampit - Bala bencana yang terjadi di bumi yang merupakan ciptaan Allah ini bukan disebabkan karena Allah tidak sayang kepada umatnya. Namun hal itu terjadi karena ulah manusia itu sendiri.
"Bala bencana seperti Tasunami, gempa, dan apapun itu bukanlah karena Allah tidak sayang. Tapi karrna memang ulah umatnya yang sudah berbuat kemaksiatan dan jauh melenceng dari ajaran Allah," ujar ustadz Ibrahim Said saat memberikan tausiah pada doa bersama pemkab dan masyarakat Kobar untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi, serta Donggala di Masjid Besar Sirajul Munir Pangkalan Bun, Rabu (10/10/2018).
Dia mengungkapkan ada 18 ribu jenis makhluk yang diciptakan Allah. Namun hanya satu yang paling mulia yakni manusia.
Bahkan Allah menciptakan dunia hingga semua isinya juga untuk melayani manusia. Sehingga dengan adanya hal itu, maka manusia yang hidup di bumi semestinya aman, tentram dari segala musibah maupun bala.
Namun karena prilaku yang menyimpang dari ajaran yang maha kuasa, maka turunlah bala bencana, yang dimaksudkan sebagai pengingat bagi semua makhluk agar kembali ke jalan yang lurus.
--page
"Sudah semestinya kita taat dengan ajaran Allah dan kembali ke jalan yang luruh. Sehingga Allah tidak murka dan tidak menurunkan bala bencana kepada kita semua," katanya.
Seperti contoh cerita kaum Nabi Luth yang pecinta sesama jenis, sehingga membuat Allah murka dan membinasakan mereka. Masih banyak cerita di jaman nabi terdahulu.
Semua sudah ada di Alquran yang mana itu diadakan untuk menjadi pedoman dan pembelajaran manusia. Sehingga semakin memperbanyak hubungan baik kepada Allah, kepada sesama umat manusia, dan juga terus meningkatkan aqidah sebagai umat manusia. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








