BUNTOK –

BORNEONEWS, Buntok - Program Inovasi Desa merupakan salah satu upaya pemerintah mewujudkan nawacita dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Negara (RPJMN).

Demikian dikatakan Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa (DSPMD) Barito Selatan, Akhmad Haitami kepada Borneonews usai membuka sosilaisasi Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) dan rakor Tim Inovasi Kabupaten (TIK) di iaula Bappeda, Kamis (11/10/2018). 

“Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6/2014 tentang Desa,” kata Akhmad Haitami. 

Ia mengatakan, untuk meningkatkan kapasitas dan pengembangan rencana pembangunan tersebut, yakni dengan meningkatkan produktifitas masyarakat Desa dan kemandirian ekonomi serta mempersiapkan sumber daya yang memiliki daya saing. 

Dalam peningkatan kapasitas desa, lanjut dia, dapat dilaksanakan melalui kegiatan Pengelolaan Pengetahuan Inovasi Desa (PPID) dengan fokus pada bidang pengembangan ekonomi lokal, dan kewirausahaan, serta pengembangan sumber daya manusia, dan infrastruktur Desa. 

--page

“Karena tujuan dari Program Inovasi Desa (PID) ini untuk mendorong produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi perdesaan, serta membangun kapasitas Desa yang berkelanjutan,” jelas dia. 

Itu semua lanjut dia, salah satu upaya meningkatkan kemandirian, serta kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan. 

Acara sosialisasi P2KTD dan rapat koordinasi TIK diikuti 82 peserta yang terdiri dari tim inovasi, pendamping desa, pendamping teknik infrastruktur, pendamping lokal desa, dan camat di wilayah. (URIUTU DJAPER/B-5)