BORNEONEWS, Muara Teweh - Warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Bengaris Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara berharap agar pemerintah segera melakukan normalisasi sungai.
Pasalnya, akhir-akhir ini daerah tersebut sering kali mengalami banjir karena kurang maksimalnya aliran sungai Bengaris sebagai dampak dari pendangkalan.
Anggota Komisi I DPRD Barito Utara (Barut) Lahmudin mengungkapkan, warga yang tinggal di sepanjang Jalan Pramuka hingga Jalan Ronggolawe yang sering mengalami banjir.
Lahmudin berharap kepada pemerintah daerah setempat agar melakukan normalisasi Sungai Bengaris, namun terlebih dahulu dilihat penyebab banjir dan cara menanganinya. “Saat ini sudah masuk musim penghujan, kalau terjadi hujan lebat lagi, warga kembali mengalami banjir,” tutur politisi asal PAN ini, Kamis (11/10/2018).
Pria kelahiran Kelurahan Tumpung Laung, Kecamatan Montallat itu sangat kasihan dengan kerapnya permukiman warga yang terendam. Akibatnya, kasur, lemari, kursi dan perabotan rumah tangga ikut terendam. Sehingga mengalami kerugian materil yang tidak sedikit.
--page
Beruntung, kata Lahmudin, belum ada korban jiwa. Namun, mesti tetap diwaspadai karena banjir bisa datang malam hari, di saat warga terlelap tidur. “Hati-hati dengan orangtua yang memiliki anak kecil,” pesannya.
Ia menyampaikan, warga yang tinggal di tepian Sungai Bengaris akhir-akhir ini mengalami banjir lebih parah dari sebelumnya. Misalnya, di Rukun Tetangga (RT) 27 Kelurahan Lanjas. Sebagian rumah warga yang tidak biasa terkena banjir, menjadi terendam. Termasuk di kawasan Jalan Sudirman.
“Warga yang terkena dampak ini sekitar Jalan Pramuka, Ronggolawe, Pertiwi dan Sudirman yang dekat dengan Sungai Bengaris,” bebernya. Dia meminta pemkab menelusuri penyebab banjir, kemudian dicari solusi supaya warga tidak terkena dampak lebih parah lagi. (RAMADHANI/B-2)








