KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Warga Kasongan dan Kereng Pangi Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan mengeluhkan penaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Pasalnya, dengan penaikan harga BBM ini maka sembilan bahan pokok (Sembako) juga bakal mengalami penaikan harga.

"Seperti yang sebelum-sebelumnya, setiap ada kenaikan harga BBM sudah pasti harga sembako juga akan naik," keluh Rina, seorang ibu muda warga Kereng Pangi, Kamis (11/10/2018).

Menurutnya, meski BBM yang mengalami penaikan itu adalah yang non subsidi, namun tetap saja memiliki pengaruh cukup besar di masyarakat, terutama kalangan yang kurang beruntung. "Sekarang BBM eceran jenis pertamax sudah dijual Rp12 ribu per liternya. Sedangkan BBM bersubsidi sudah lama menghilang, dan kalaupun ada dijual eceran BBM subsidi seperti bensin (premium) dan solar, itu harganya juga sama aja dengan BBM yang non subsidi," katanya.

Jali, warga Kasongan juga mengeluhkan adanya penaikan harga BBM ini. "Biasanya kalau ada kenaikan BBM itu paling hanya Rp300 rupiah dan tidak lebih Rp500 rupiah, tapi kemarin naiknya cukup banyak hampir Rp2000 per liternya," katanya.

--page

Sedangkan BBM bersubsidi yang katanya diperuntukkan bagi rakyat miskin, nyatanya yang menikmati malah orang-orang yang berduit.

"Kalau menurut saya pemerintah mencabut saja subsidi BBM itu, sebab tidak tepat sasaran, karena hanya menguntungkan sekelompok masyarakat saja," tegasnya. (ABDUL GOFUR/B-5)