BORNEONEWS, Palangka Raya - Mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM) membuat sebagian mahasiswa di Kota Palangka Raya waswas harga sewa kos atau barak juga ikut naik.
"Kabarnya seperti itu, pemilik kos tempat saya tinggal ingin menaikan harga sewanya. Tentunya ini menambah beban mahasiswa perantauan seperti saya," ujar Salim, Jumat (12/10/2018).
Salim yang saat ini sudah menginjak semseter akhir di salah satu perguruan tinggi Institut Agama Islam Negeri Kota Palangka Raya ini menyebut, kenaikan BMM menjadi beban mahasiswa yang kurang mampu.
"Tentu saja jadi beban, dulu mengisi bensin untuk motor hingga full hanya Rp30 ribu sampai 35 ribu saja, mungkin kalau sekarang mengisi Rp40 ribu atau lebih baru bisa full," tuturnya.
Dia mengaku, saat ini enggan mengisi BBM di eceran karena harga bensin berjenis Pertamax di atas 10 ribu per botol.
--page
Salim berharap, kenaikan harga BBM tidak berlangsung lama sehingga tidak menjadi beban bagi mahasiswa yang tinggal di kos atau barak seperti dirinya. (GAZALI/B-2)








