BORNEONEWS, Palangka Raya - Pihak Dinas Sosial (Dinsos) mengharapkan para mantan pekerja seks komersil (PSK) bisa beralih profesi dari profesinya yang lama. Hal ini sejalan dengan cita-cita negara agar semua daerah, khususnya Palangka Raya, bisa bebas lokalisasi 2019.
"Kami sudah adakan pertemuan dengan pengelola lokalisasi Pal 12 dan itu merupakan pertemuan kedua membahas rencana penutupan lokalisasi itu. Kita sampaikan bahwa kita berharap dengan sendirinya mereka (eks PSK) ini bisa beralih profesi," kata Kepala Dinsos Palangka Raya, Ahmad Fauliansyah, Minggu (14/10/2018).
Menurut Ahamad, pihaknya sendiri sudah beberapa kali memberikan pelatihan dan pembekalan untuk penghuni Pal 12 ini sebagai bekal saat penutupan yang sebenarnya atas lokalisasi tersebut nanti benar-benar dilaksanakan.
"Kita berharap bisa ada sharing dari SOPD lain untuk memberi mereka pelatihan, bekal untuk memulai hidup yang baru. Karena kan setiap dinas tentu ada dana untuk pelatihan-pelatihan ini. Kita berharap ada lah dianggarkan untuk pelatihan bagi warga kita di Pal 12 itu. Tidak perlu harus khusus untuk mereka, tapi paling tidak saat ada pelatihan ada peserta yang dari sana juga," harapnya.
Hal ini menurut Ahmad, kemungkinan harus menjadi perintah langsung dari Wali Kota karena berdasarkan pengalaman jika Dinsos yang datang sendiri ke SOPD lain, pihaknya akan ditodong balik untuk melaksanakan program tersebut sendiri.
--page
"Kalau kami hanya memberi pelatihan cara membuat kue kering begitu setiap tahun. Itupun pesertanya juga tidak bisa banyak. Dinsos itu urusan wajibnya Presiden, soalnya pengentasan prostitusi ini kan program nasional. Jadi kami mengharapkan kerja sama dari semua pihak untuk dapat mewujudkan ini," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-2)








