BORNEONEWS, Muara Teweh – Pemkab Barito Utara akan melaksanakan proyek strategis senilai Rp125 miliar.
Bupati Barito Utara, H Nadalsyah menjelaskan, proyek strategis itu dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran dari visi dan misi pembangunan daerah tahun 2018-2023. Pembiayaan proyek strategis itu akan menggunakan mekanisme secara tahun jamak (multi years).
Proyek starategis itu meliputi pembangunan jembatan penyeberangan Sungai Barito yang menghubungkan antara desa sebesar Rp50 miliar dengan rincian Sikan, Tumpung Laung dengan rencana biaya sekitar Rp25 miliar. Pembangunan jembatan penyeberangan sungai Barito menuju Desa Lemo sebagai jalan alternatif menuju Palangka Raya sekitar Rp25 miliar.
Kemudian pembangunan siring atau turap tebing Sungai Barito di Kelurahan Lanjas dengan rencana biaya sebesar Rp50 miliar, penataan bumi perkemahan (Buper) Panglima Batur dan sekitarnya dengan rencana biaya Rp10 miliar serta pembangunan/rehabilitasi Masjid Raya Muara Teweh dengan rencana biaya sebesar Rp15 miliar.
“Semua rencana yang kami utarakan tersebut tidak akan dapat terwujud tanpa dukungan dari semua pihak, terutama dukungan dari DPRD Kabupaten Barito Utara. Pada saatnya nanti hal tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam suatu rapat pembahasan khusus antara pemerintah daerah bersama DPRD Barito Utara,” kata bupati yang akrab di sapa H Koyem ini.(RAMADHANI/B-2)








