MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Bupati Barito Utara, H Nadalsyah mengatakan, karena kemampuan daerah dalam membiayaan program pembangunan sangat terbatas, pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Barito Utara tidak hanya semata-mata mengandalkan pendanaan dari APBD Kabupaten.

Untuk itu pemerintah daerah juga mengupayakan mencari alternatif lain untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur daerah seperti, menjalin kerjasama dengan pihak-pihak lain.

“Kita saat ini sedang mempertimbangkan dan mengupayakan untuk  melakukan pinjaman dana  kepada TPT Sarana Multi Infrastruktur  (SMI) yang merupakan BUMN dibawah Kementrian Keuangan RI yang menerima penugasan dari pemerintah pusat untuk melakukan penyediaan pembiayaan infrastruktur daerah,” ujar Nadalsyah, Senin (15/10/2018) dalam rapat paripurna penyampian KUA dan PPAS APBD tahun anggaran 2019 di ruang paripurna DPRD Kabupaten Barito Utara.

Bupati yang akrab dipanggil Koyem ini menjelaskan, pemerintah Kabupaten Barito Utara mengusulkan peminjaman dana dari PT SMI sebesar Rp167 miliar dengan rincian untuk pembangunan gedung C dan ruang terbuka hijau RSUD Muara Teweh sebesar Rp100 miliar, serta pembanguan pasar rakyat Pendopo sebesar Rp67 miliar.

“Namun rencana ini semua masih memerlukan pengajian yang lebih mendalam oleh semua pihak agar apa yang direncanakan benar-benar sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Dan hasil dari pembangunan ini nantinya benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Barito Utara. (RAMADHANI/B-2)