SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur diminta untuk menyelesaikan masalah kekurangan tenaga medis dan guru di daerah pedalaman. Salah satunya pengangkatan tenaga kontrak, atau menggunakan dana CSR  perusahaan.

Anggota Komisi III DPRD Kotim, Abdul Sahid menyatakan dukungan adanya pengangkatan guru atau tenaga medis kontrak, untuk memenuhi kebutuhan di wilayah pelosok. 

Dia yakin, keberhasilan dunia pendidikan dan kesehatan di Kotim tidak terlepas dari terpenuhinya pemerataan SDM.

"Saya menyarankan sebelum dilakukan pengangkatan guru maupun bidan kontrak, instansi terkait perlu melakukan pendataan dan pemetaan kebutuhan riil daerah," kata Sahid, Senin (15/10/2018). 

Sehingga saat nantinya dilakukan rekrutmen, formasi yang disiapkan juga sudah mencantumkan tempat penugasannya. Khusus di daerah yang memang membutuhkan.

--page

Apalagi, di daerah pedalaman jumlah tenaga medis dan guru jauh dari kata ideal. Hal ini merupakan kendala utama memenuhi program pemerataan pendidikan dan kesehatan. (NACO/B-11)