LAMANDAU –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau H Hendra Lesmana memastikan akan meminta dilakukan audit terhadap Perusahaan Daerah (PD) Bajurung Raya.

"Setelah kita mengumpulkan informasi dan masukan dari berbagai pihak termasuk juga setelah kami mendengarkan langsung ekspose dari management PD Bajurung Raya beberapa hari lalu, kita nilai usaha yang dijalani perusda ini kurang optimal. karenanya, pemkab sudah mantap untuk memilih opsi dilakukannya audit terhadap perusda tersebut," ungkap Hendra Lesmana saat dibincangi Kamis (18/10/2018).

Hendra menyebut, adapun pihak yang nantinya akan melakukan audit bagi perusda yang sudah beroperasi sejak 2009 lalu itu saat ini masih dalam pembahasan. 

"Perihal lembaga mana yang akan kita minta melakukan proses audit tersebut saat ini masih kita bahas dan kita pertimbangkan, apakah oleh internal atau nanti meminta lembaga luar hingga saat ini belum kita putuskan," jelasnya. 

Dia menjelaskan, diambilnya langkah rencana mengaudit perusda Bajurung Raya merupakan salahsatu upaya pemkab agar mengetahui 'kesehatan' perusda selama beroperasi.

--page

"Apalagi Bajurung Raya ini sebagaimana tujuan pendiriannya antara lain adalah untuk menyerap sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari berbagai jenis usaha yang digelutinya. Namun faktanya pemasukannya nol besar, sedangkan gelontoran dana dari pemda dalam jumlah cukup besar hampir selalu mengalir setiap tahun," kata dia. 

Hendra mengatakan, dari hasil ekspose Direktur Bajurung Raya pada hari Selasa (16/10/2018) lalu saja kita ketahui bersama bahwa penyertaan modal yang diberikan pemkab Lamandau itu tidak kurang dari Rp10 Milyar, tapi progresnya sangat tidak memuaskan.

"Pemkab merasa sangat berkepentingan untuk melakukan evaluasi menyeluruh khusus untuk PD Bajurung Raya ini. Salahsatu upayanya kita minta audit terlebih dulu. Jangan sampai misalnya perusda Bajurung Raya ini berdasarkan hasil evaluasi dan auditnya dinyatakan 'kurang sehat' atau tidak optimal sebagai sebuah perusahaan profit tapi terus saja diberikan bantuan (penyertaan modal) dari APBD dengan mudah," tandasnya.  (HENDI NURFALAH/m)