PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Guna meningkatkan produktivitas namun ramah lingkungan, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memberikan pelatihan bagi nelayan tentang cara pembuatan jaring tangkap ikan yang ramah lingkungan.

Plt Sekretaris Diskanla Kobar Hepy, Jumat (19/10/2018) menjelaskan tujuan digelarnya pelatihan yang telah digelar 16-17 Oktober 2018 ini.

“Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha perikanan guna meningkatkan produktivitasnya. Selain itu agar para nelayan mengetahui cara dan penggunaan jaring ramah limgkungan," jelas Hepy.

Menurut Hepy, jenis jaring yang disosialisasikan cara pembuatan serta pemakaiannya ini adalah jaring tangkap udang.

"Jenisnya adalah jaring ciker hasil inovasi dari Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Semarang dibawah Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI," imbuhnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Usaha Kecil Pembudidaya Ikan Diskanla Kobar  Anil Otor menjelaskan bahwa penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan merupakan hal mutlak.

"Tujuannya agar tidak merusak lingkungan dan ekosistem ikan seperti pukat hela (trawls) dan pukat tarik (seine nets). Karena alat tersebut selain merusak lingkungan juga merusak kelestarian ikan,” jelasnya. (YUDA/B-6)