SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Agus Seruyantara meminta pemerintah kabupaten melalui dinas terkait untuk memerhatikan infrastruktur di Kecamatan Baamang, khususnya jalan di kawasan permukiman.

Sebab, dia masih melihat ada jalan yang memprihatinkan. Padahal, Kecamatan Baamang masih masuk kawasan perkotaan.

Dia mencontohkan, seperti di jalur Wengga dan Jalan Walter Condrat. Padahal, beberapa kali masyarakat mengharapkan perbaikan melalui aspirasi.

“Permintaan warga agar jalan itu bisa diaspal. Harapan kami, di APBD murni (2019) sudah bisa dianggarkan," kata Agus, Minggu (21/10/2018).

Dia menambahkan, dampaknya, masyarakat merasakan buruknya infrastruktur permukiman. Apalagi saat musim hujan tiba, jalan di kawasan itu berubah menjadi kubangan air.

--page

“Karena ini permukiman, dan akses penting bagi warga di Baamang. Tidak salah kami usulkan kepada pemerintah daerah," kata dia.

Tidak hanya saat musim hujan saja, saat musim kemarau debu menjadi konsumsi warga sekitar.

"Apakah ini tidak memprihatinkan, dari sisi kesehatan ada pengaruh. Kami minta pemerintah peka dengan masalah ini," tutupnya. (NACO/B-11)