PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebuah postingan yang dituliskan salah satu warganet Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar) kontan menjadi viral di grup Facebook Fasilitas Layanan Publik Pangkalan Bun.

Pasalnya postingan yang diunggah oleh akun facebook Diah Susanto ini menceritakan kekecewaannya lantaran adanya oknum guru di sebuah SMP di Pangkalan Bun yang mengintimidasi anaknya dan temannya lantaran menemukan bakso berbelatung di kantin sekolah.

Inilah postingan netizen tersebut:

"Minta sarannya masyarakat pbun, ini kisah anak saya di sekolah diintimindasi guru, 2bln yg lalu anak saya & teman"nya melihat  ada temanya makan bakso di kantin sekolah tp baksonya ada keluar belatungnya,

 trus anak saya bercerita kesaya klo di kantin sekolah jual bakso udah berbelatung, lalu saya membahas masalah bakso berbelatung bersama ibu sekretaris sekolah, 

lalu ibu sekretaris melapor kewali kelas perihal bakso keluar belatungnya itu, & ibu wali kelas segera menanggapi masalah itu & katanya kantin sekolah sudah dibina puskesmas perihal kebersihanya, & masalah sudah beres lama 2bln yg lalu, 

--page

nah yg jadi masalahnya kemaren anak saya diitimindasi, dimarahi dibentak" dibuly, sama salah satu guru di sekolah yang kebetulan guru itu tetangga saya sendiri,  soal bakso belatung, & parahnya lg menuduh saya menyebarkan gosip bakso belatung, 

padahal masalah bakso keluar belatungnya itu memang fakta adanya & parahnya lg guru itu memfitnah saya di BTN & Memfitnah saya sampai ke sekolah & lebih parahnya lg anak saya yg diancamnya, & kemaren saya setelah dengar anak saya mengadu kepadaku anakku ketakutan malu & malu karna dimarahi guru dibentak" soal bakso belatung, akhirnya saya ke sekolah mengkonfirmasi pirihal masalah anak saya yg diintimindasi guru tersebut, setelah berembuk panjang lebar semua yg terkait dikumpulkan di kantor kepala sekolah termasuk anak saya & akhirnya diperoleh bukti bahwa guru tersebut terbukti bersalah mengintimindasi membentak" membuly mengancam anak saya,  

akhirnya pihak sekolahpun sudah menyadari klo yg diperbuat oleh salah satu gurunya itu tidak benar, & tuntutan saya hanya satu guru tersebut harus meminta maaf kepada saya & anak saya,

tp dia tetap tidak mau meminta maaf sampai guru" di sekolah kesel jengkel sama guru tersebut, karna tidak mau meminta maaf supaya masalahnya cepet beres & tidak panjang lebar,  karna rencana saya besok senin saya mau melapor kedinas perihal perbuatan guru yg mengintimindasi membuly anak saya.

Apakah orang tua murid harus diam saja mendengar di kantin sekolah jual bakso yg udah berbelatung....?? 

--page

Apakah ini perlakuan seorang guru kepada kami karna kami mengetahui di sekolah di kantin ada bakso sudah tidak layak dimakan. Mereka membalasnya kepada muridnya. Trimasih semua masyarakat pbun mungkinkah ada yv senasib dengan saya yg seperti ini....??" tulis akun tersebut pada grup facebook itu.

Saat dikonfirmasi wartawan, Senin (22/10/2018), ibu dari salah satu anak yang diintimidasi oknum guru tersebut yaitu Diah Asmoro Wati warga BTN Cemara Permai menceritakan hal yang dialami oleh anaknya.

"Menurut cerita anak saya yaitu JD (13 tahun) dan rekannya dimaki-maki dua oknum guru tersebut berinisial RN dan AY Jumat (19/10/2018) kemarin. Dua oknum guru tersebut memaki-maki anak saya dan rekannya lantaran  menyebar isu gosip bakso berbelatung yang dijual dikantin sekolah yang ditemukannya sekitar bulan Agustus 2018 lalu," jelas Diah.

Menurut Diah, dua oknum guru tersebut adalah pengurus kantin sekolah.

"Sebenarnya kasus ini sudah didamaikan oleh pihak sekolah, namun kedua oknum guru tersebut tidak mau minta maaf atas perlakuan mereka pada anak saya dan temannya. Rencananya saya akan melaporkan hal tersebut ke dinas terkait," jelas Diah. (WAHYU KRIDA/B-5)