BORNEONEWS, Muara Teweh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Utara Denny Hermanto Sumarna mengapresiasi sekaligus mempertanyakan dana atau anggaran pembangunan Jembatan Kandui – Payang ara.
Pasalnya, sumber dana pembangunan jembatan tidak tertera pada plang proyek sehingga banyak timbul pertanyaan dari masyarakat, termasuk anggota DPRD Kabupaten Barito Utara.
“Saat kami turun ke lapangan dalam rangka kunjungan kerja dalam daerah, kondisi jembatan tersebut rusak berat. Tak lama berselang sudah diperbaiki. Tetapi kami belum tahu darimana sumber dananya, karena tidak tertera dalam plang proyek,” katanya, Senin (20/10/2018).
Terlepas dari belum jelasnya sumber dana, kata Denny, pihak dewan berharap pemerintah terus mengganti jembatan-jembatan kayu yang berada di ruas jalan Kandui-Batu Raya sehingga akses transportasi kian lancar dan mampu menunjang ekonomi warga.
“Nanti saat kunjungan kerja dalam daerah pekan depan, kami akan minta penjelasan kepada pihak Dinas PUPR tentang sumber dana proyek perbaikan jembatan antara Kandui-Payang Ara. Prinsipnya dewan mendukung apa yang sudah dilakukan pemerintah untuk menunjang kehidupan masyarakat di tujuh desa yang berada di hulu Sungai Montallat,” ucap pria yang akrab disapa Liping ini.
--page
Terlepas mengenai sumber dana pembangunan jembatan tersebut, Liping menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah daerah yang tanggap cepat dalam perbaikan infrastruktur itu.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara mulai merealisasikan janji mengganti jembatan kayu dengan konstruksi baja di beberapa desa penghubung antara ibukota kecamatan dengan beberapa desa di hulu Sungai Montallat. Salah satunya jembatan penghubung antara Desa Kandui menuju Payang Ara, Kecamatan Gunung Timang.
Bupati Barito Utara H Nadaslyah juga telah menegaskan, bahwa pemerintah segera memperbaiki semua jembatan kayu di wilayah antara Kandui menuju Batu Raya, setelah mobilisasi material listrik.
Pemkab Barito Utara sedang gencar mengejar pemasangan jaringan listrik ke Desa Pelari, Siwau, Sangkorang, Tongka, Batu Raya I, dan Batu Raya II. (RAMADHANI/B-2)








