BORNEONEWS, Sampit - Saat ini harga tandan buah segar (TBS) sawit di Kotawaringin Timur (Kotim) kian anjlok, yakni hanya Rp500 per kg. Atas kondisi ini pemkab setempat mempertanyakan ke perusahaan besar swasta (PBS).
"Saya kemarin sudah berdiskusi dengan para petinggi PBS di Kotim ini, dan rencananya akan ada diskusi lanjutan terkait hal tersebut," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Halikinnor, Selasa (23/10/2018.
Menurut Halikin, harga TBS yang anjlok menjadi beban bagi petani kelapa sawit. Ini sangat nerugikan mereka dibandingkan harga sebelumnya yang masih Rp1.200 per kg.
Perusahaan menjelaskan kepada Halikin, harga anjlok terjadi karena saat ini perusahaan banyak CPO. Sehingga pihaknya tidak bisa memproduksi lagi. Akibat tidak bisa diekspor keluar negeri.
"Saat ini mereka menurunkan harga beli buah sawit, karena belum bisa memproduksi lebih besar. Apalagi baking CPO sudah penuh," kata Halikinnor.
--page
Dengan keadaan tersebut pihaknya akan mengadakan diskusi lanjutan dengan petinggi perusahaan di Jakarta. Guna membahas rendahnya harga jual kelapa sawit.
"Tentu hal ini menjadi perhatian kami, karena banyak masyarakat yang kebunnya ditanami sawit. Mereka berharap banyak agar buah bisa dijual dengan harga normal," terang Halikinnor. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








