SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPRD Kotawararingin Timur (Kotim) HM Jhon Krisli mengancam membatalkan proyek multiyears manakala pada 2018 ini tidak mulai dilaksanakan.

Karena Jhon menilai, kalau ini terjadi sudah tidak sesuai dengan kesepakatan MoU antara eksekutif dan legislatif. Bahkan rencananya akhir Desember 2018 DPRD akan melakukan evaluasi.

"Sebagian ada yang sudah dilaksanakan, namun yang belum juga masih banyak. Tinggal beberapa bulan saja waktunya harus lelang semua," kata Jhon Krisli, Selasa (23/10/2018).

Proyek multiyears yang sudah dilaksanakan menurut dia di antaranya pembangunan rumah sakit dan mall pelayanan publik. Sementara jalan yang menghubungkan Cempaka Mulia Timur, Kecamatan Cempaga ke Desa Setiruk, Kecamatan Pulau Hanaut dalam proses lelang dan pekan mendatang diperkirakan rampung.

"Artinya masih banyak yang belum terlaksana. Harapan kita sesuai dengan kesepakatan antara pemerintah daerah dan DPRD bahwa di akhir 2018 harus lelang selesai semua dilaksanakan," kata Jhon.

--page

Dari beberapa hal tadi mereka akan melakukan evaluasi pada akhir Desember 2018 ini. Jika ada proses yang tidak dilaksanakan mereka akan membatalkan karena proyek multiyears dianggap mulai dilaksanakan mulai tahun 2018 ini.

"Karena harus sesuai dengan MoU kita dengan kepala daerah sampai 2020 itu harus selesai harus lunas pembayaran karena ada tiga tahap, tahap pertama 2018 kedua 2019 dan ketiga 2020 setiap tahun itu kita mengeluarkan anggaran sekitar Rp130 miliar sampai dengan Rp160 miliar," pungkasnya. (NACO/B-5)