SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sekretaris Daerah (Sekda) Kotawaringin Timur (Kotim) mengungkapkan, anjloknya harga buah sawit saat ini karena isu internasional yang menyebutkan bahwa CPO dari Indonesia tidak ramah lingkungan, shingga pasar eropa tidak mau menerima CPO dari negara ini. 

"Ini merupakan permainan dagang internasional, dengan diisukan bahwa produk CPO Indonesia tidak ramah lingkungan," ujar Halikinnor, Selasa (23/10/2018). 

Dengan adanya hal itu, maka produk CPO asal Indonesia sangat sulit dipasarkan di Eropa. Padahal saat ini pemasaran CPO terbanyak di Eropa. Jadi ini  sangat berpengaruh pada penumpukan CPO di sejumlah perusahaan yang ada di Kotim ini. Mereka harus menurunkan harga buah sawit, karena belum bisa memproduksi. 

"Inilah menjadi perhatian kami saat ini, dan mudah-mudahan nantinya ada solusi agar produksi CPO di Kotim bisa kembali lancar," kata Halikinnor. 

Ia juga berharap agar ada solusi dari pemerintah pusat terkait hal tersebut. Karena kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh petani sawit di Kotim saja, namun hampir seluruh Indonesia. 

--page

"Mudah-mudahan pemasaran CPO bisa ke negar lain, seperti ke Tiongkok, Cina dan India yang memiliki banyak penduduk. Sehingga harga bisa normal lagi," harap Halikinnor. (MUHAMMAD HAMIM/m)